Selamat Datang ^^





Mari Berkarya dan Menebarkan Api Pengetahuan.


Kamis, 07 April 2011

Memahami konsep titik, garis dan bidang

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester :
Pertemuan ke : III
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit
Standar Kompetensi : Memahami konsep titik, garis dan bidang
Kompetensi Dasar : Memahami hubungan antara titik,garis dan bidang
Indikator : 1. Menjelaskan pengertian titik
2. Menjelaskan pengertian garis
3. Menjelaskan pengertian bidang
4. Mengidentifikasi hubungan antara titik,garis dan bidang
Tujuan Pembelajaran : 1.Siswa dapat menjelaskan pengertian titik
2. Siswa dapat menjelaskan pengertian garis
3. Siswa dapat menjelaskan pengertian bidang
4.Siswa dapat mengidentifikasi hubungan antara titik,garis dan
bidang
I. Materi Ajar : Hubungan antara titik, garis dan bidang.
II. Metode Pembelajaran : Ceramah, Diskusi, Penugasan, Tanya Jawab.
III. Langkah – langkah pembelajaran:
1. Kegiatan Awal (±10 Menit):
a. Guru memasuki kelas dan menyiapkan peserta didik secara fisik dan psikis untuk mengikuti proses pembelajaran.
b. Guru mengajukan pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan yang dimiliki siswa dengan materi yang akan dipelajari. Misalnya, Guru menanyakan tentang tanda baca yang ada pada pelajaran bahasa Indonesia, salah satunya adalah titik. Kemudian guru menanyakan apakah konsep titik dalam bahasa Indonesia sama dengan konsep titik dalam matematika?
c. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti (±50 Menit):
a. Eksplorasi:
1) Siswa ditugaskan untuk mengidentifikasi pengertian titik berdasarkan pertanyaan yang diajukan pada awal pembelajaran.
2) Siswa ditugaskan untuk mengidentifikasi pengertian garis.
3) Siswa ditugaskan untuk mengidentifikasi pengertian bidang.
4) Siswa ditugaskan untuk mengidentifikasi hubungan antara titik, garis, dan bidang.
b. Elaborasi:
1) Melalui diskusi kelompok siswa mengidentifikasi pengertian titik. Dimana Sebuah titik hanya dapat ditentukan oleh letaknya, tetapi tidak mempunyai ukuran (dikatakan tidak berdimensi atau berdimensi 0) yang berarti titik tidak mempunyai panjang, lebar atau tinggi. Sebuah titik digambarkan dengan memakai tanda noktah, kemudian dibubuhi dengan nama titik itu. Nama sebuah titik biasanya menggunakan huruf kapital seperti A, B, C, P, Q atau R. Pada gambar diperlihatkan dua titik, yaitu titik A dan titik B.
A. B


2) Melalui diskusi kelompok, siswa mengidentifikasi pengertian garis. Garis adalah himpunan dari titik-titik yang mempunyai panjang tak terhingga tetapi tidak memiliki lebar atau tebal. Sebuah garis(dimaksudkan adalah garis lurus) dapat diperpanjang sekehendak kita. Namun mengingat terbatasnya bidang tempat gambar, sebuah garis hanya dilukiskan sebagian saja. Bagian dari garis ini disebut wakil garis. Garis hanya mempunyai ukuran panjang, tetapi tidak mempunyai ukuran lebar. Nama dari sebuah garis dapat ditentukan dengan menyebutkan nama wakil garis itu dengan memakai huruf kecil g, h, k, atau menyebutkan nama segmen garis dari titik pangkal ke titik ujung. Misal, diantara titik A dan titik B dapat dibuat satu garis lurus AB. Diantara dua titik pasti dapat ditarik satu garis lurus. Perhatikan Gambar di bawah:

A B
Jika ruas garis AB diperpanjang tak hingga di dua arah, maka akan
disebut garis. dapat digambarkan sebagai berikut:

A B
Garis AB dapat dinotasikan AB, maka guru menjelaskan garis
berbentuk lurus dan memanjang tak hingga kedua arah.

Jika pada satu garis yang sama terdapat titik-titik disebut titik-titik segaris (kolinear). Sebagai contoh titik-titik C,D, dan E disebut kolinear.

C D E


Jika ada dua garis yang sebidang, maka hubungan antara kedua garis tersebut :
 Berpotongan, dua garis disebut berpotongan jika keduanya mempunyai satu titik persekutuan, gambarnya sebagai berikut :


F

 Sejajar, disebut sejajar jika keduanya tidak mempunyai titik
persekutuan/ jika keduanya tidak saling berpotongan. gambarnya
sebagai berikut :


h
g


 Berimpit, disebut berimpit jika keduanya terletak pada satu gars lurus sehingga hanya terlihat sebagai satu garis lurus saja.
A B
C D
 Bersilangan, disebut bersilangan apabila garis-garis tersebut tidak terletak pada satu bidang datar dan tidak akan berpotongan apabila diperpanjang sebagai contoh perhatikan gambar dibawah, garis AC bersilangan dengan garis FH.


3) Melalui belajar kelompok siswa mengidentifikasi pengertian bidang.
D C



A B

Daerah dan Bidang:
Daerah : Mempunyai luas tertentu
Bidang : Mempunyai luas tak terbatas, untuk menggambarkan bidang hanya sebagian saja sebagai perwakilan. Bidang (Bidang datar) adalah himpunan titik-titik yang terletak pada permukaan datar, misalnya permukaan meja juga dapat diartikan memiliki luas tak terhingga . Wakil Bidang adalah bagian dari bidang yang memiliki ukuran panjang dan lebar.
Daerah ABC ≠ daerah ABCD
Bidang ABC = bidang ABCD
Untuk memperjelas guru, guru menunjukan gambar titik-titik yang menunjukan bahwa titik sebagai tempat pada bidang datar :






4) Melalui kerja kelompok siswa mengidentifikasi hubungan antara titik, garis dan bidang. Dimana, garis dan bidang merupakan kumpulan dari titik.
c. Konfirmasi:

3. Kegiatan Akhir (± 10 Menit):
IV. Alat/Bahan/Sumber belajar
1. Buku
V. Evaluasi/Penilaian

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer

Selamat Datang

^^ Ayo berkunjung
Loading...
Loading...