Selamat Datang ^^





Mari Berkarya dan Menebarkan Api Pengetahuan.


Kamis, 07 April 2011

Tehnik Dasar Lompat

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam kehidupan modern manusia tidak dapat dipisahkan dari olahraga, baik sebagai arena adu prestasi maupun sebagai kebutuhan untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat. Olahraga mempunyai peranan yang penting dalam kehidupan manusia. Melalui olahraga dapat dibentuk manusia yang sehat jasmani, rohani serta mempunyai kepribadian, disiplin, sportifitas yang tinggi sehingga pada akhirnya akan terbentuk manusia yang berkualitas. Suatu kenyataan yang bisa diamati dalam dunia olahraga, menunjukkan kecenderungan adanya peningkatan prestasi olahraga yang pesat dari waktu kewaktu baik ditingkat daerah, nasional maupun internasional. Hal ini dapat dilihat dari pemecahan- pemecahan rekor yang terus dilakukan pada cabang olahraga tertentu, penampilan tehnik yang efektif dan efisien dengan ditunjang oleh kondisi fisik yang baik.
Dengan adanya kecendrungan prestasi yang meningkat, maka untuk berpartisipasi dan bersaing antar atlet dalam kegiatan olahraga prestasi harus dikembangkan kualitas fisik, tehnik, psikologi dan sosial yang dituntut oleh cabang olahraga tertentu. Oleh karena itu melalui pengembangan dan pembinaan di masyarakat, olahraga wajib diajarkan di sekolah-sekolah dari sekolah tingkat dasar, sekolah tingkat pertama sampai dengan sekolah tingkat menengah.






B. Rumusan Masalah :
1. Apakah pengertian melompat?
2. Apa saja jenis-jenis/macam-macam gerakan dasar melompat?
3. Apakah perbedaan melompat dan meloncat?
4. Bagaimanakah gerakan dasar melompat pada nomor lompat?

C. Tujuan :
1. Untuk mengetahui pengertian melompat.
2. Untuk mengetahui jenis-jenis/macam-macam gerakan dasar melompat.
3. Untuk mengetahui perbedaan melompat dan meloncat.
4. Untuk mengetahui berbagai gerakan dasar melompat pada nomor lompat.

D. Manfaat :
1. Dapat mengetahui pengertian melompat.
2. Dapat mengetahui jenis-jenis/macam-macam gerak dasar melompat dan
mengaplikasikannya.
3. Dapat mengetahui perbedaan melompat dan meloncat.
4. Dapat mengetahui berbagai gerakan dasar melompat pada nomor lompat.






BAB II
PEMBAHASAN
1.1 Pengertian Melompat
Lompat adalah mendorong tubuh dengan daya tolakan dari kaki menggunakan 1 atau 2 kaki.
Melompat dan berlari hampir sama penjelasannya, walau dalam praktek terlihat jelas perbedaannya, perbedaan antara melompat dan berlari adalah :
- berlari, daya tolakan sebagian besar mengarah ke depan dan jeda layang di udara tidak terlalu lama juga tidak terlalu tinggi
- melompat, daya tolakan dapat ke depan, atas, belakang dan jeda layang di udara lebih lama juga lebih tinggi. Melompat biasanya terdapat proses menekukkan sendi daerah engsel dan lutut yang lebih tinggi derajatnya dibandingkan dengan berlari.

1.2 Jenis-Jenis/Macam-Macam Gerakan Dasar Melompat
Program pengembangan kemampuan jasmani melalui bentuk-bentuk gerakan dasar melompat pada kela- kelas permulaan SD, selain untuk memberikan pengalaman bagaimana cara jatuh atau cara mendarat yang benar, juga untuk menanamkan keberanian pada anak-anak.
Bagi anak-anak kelas permulaan SD, latihan gerakan dasar melompat dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya adalah
1) Melompat tanpa awalan
a. Tolakan dengan dua kaki (Loncat)
- Sikap Permulaan :
Berdiri tegak, kedua kaki rapat atau agak rapat, kedua tangan disamping badan.



- Gerakannya :
Sambil membengkokkan lutut kedepan, kedua tangan diayunkan kebelakang, badan agak dicondongkan kedepan, tumit diangkat. Kemudian sambil menolakkan kedua kaki keatas kedepan, kedua tangan diayunkan dari belakang kedepan keatas melewati samping badan. Pada waktu mendarat/jatuh pada kedua kaki lutut ditekuk supaya mengeper, kedua tangan kedepan, berat badan agak kedepan atau pada kedua ujung kaki. Dan pandangan diarahkan kedepan.
b. Tolakan dengan satu kaki
- Sikap Permulaan :
Berdiri dengan salah satu kaki didepan (Kiri) lurus, kaki yang lainnya (Kanan) dibelakang, dengan lutut agak ditekuk kedepan. Kedua tangan kebelakang, berat badan berada pada kaki kanan.
- Gerakannya :
Bersamaan dengan mengayunkan kaki kanan keatas kedepan, kaki kiri ditolakkan keatas kedepan menyusul kaki kanan, kedua tangan diayunkan dari belakang kedepan keatas melalui samping badan. Pada waktu badan melayang diudara, kedua kaki dirapatkan, jatuh atau mendarat pada kedua kaki (Ujung kaki) dengan lutut ditekuk badan mengeper, kedua tangan kedepan, berat badan agak kedepan atau pada kedua ujung kaki.
2) Melompat dengan awalan
Gerakan dasar melompat dengan memakai awalan cara melakukannya sama seperti pada melompat tanpa awalan, hanya sebelum melakukan tolakan didahului dengan lari dulu beberapa langkah (3,5,7 langkah atau lari secepatnya, sesuai dengan tingkat kemampuan anak.) tepat pada batas melakukan lompatan, baru anak melakukan tolakan dengan dua kaki atau dengan satu kaki sesuai dengan tugas yang harus dilakukanbya. Yang diperhatikan antara lain adalah:
a. Pelaksanaan latihan melompat harus dilakukan pada bak lompatan yang berisi pasir yang gembur atau lunak, agar tidak membahayakan bagi anak-anak. Kecuali bila hanya sekadar melompat saja untuk melihat cara melompat dan jatuhnya, dapat dilakukan pada tempat yang lunak. Jangan sekali-kali dilakukan pada tempat yang keras.
b. Pada waktu latihan gerakan melompat berlangsung, guru harus mengawasi dan siap sedia, bila ada kecelakaan dapat dengan cara cepat dan tepat memberikan pertolongan, serta tepat pada waktunya.
c. Segera betulkan bila ada anak melakukan kesalahan.
d. Apabila anak-anak telah benar-benar menguasai keseimbangan di udara cara jatuh/mendarat yang benar, coba berikan berbagai variasi dan kombinasi di dalam melakukan lompatan.
e. Gambar:









1.3 Perbedaan Melompat dan Meloncat
a) Lompat : Gerakan melompat merupakan suatu gerakan yang diawali dengan menggunakan 1 kaki tumpuan,
Contohnya : Lompat Tinggi, Lompat Jauh, dan lain sebagainya.

lompat jauh

Pola kaki pada lompat jauh






Sikap tumpuan kaki pada papan/balok tumpu



Sikap dan gerak kaki ayun pada waktu tolakan







b) Loncat : Gerakan meloncat merupakan suatu gerakan yang diawali dengan menggunakan 2 kaki tumpuan.
Contohnya : Loncat Indah, Loncat Harimau dan lain sebagainya

loncat indah

Loncat Kodok


1.4 Gerakan Dasar Melompat pada Nomor Lompat
1. Lompat jauh
Yang menjadi tujuan dari lompat jauh adalah pencapain jarak lompatan yang sejauh jauhnya. Maka untuk mencapai jarak lompat yang jauh, terlebih dahulu si pelompat harus memahami unsur – unsure pokok pada lompat.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam awalan :
a) Awalan, yaitu untuk mendapat kecepatan pada waktu akan mellompat. Awalan itu harus dilakukan dengan secepat – cepatnya serta jangan mengubah langkah pada saat akan melompat. Jarak awalan biasanya 30 – 50 meter.
b) Tolakan, yaitu menolak sekuat _ kuatnya pada papan tolakan dengan kaki terkuat ke atas(tinggi dan kedepan).
c) Sikap badan diudara, yaitu harus diusahakan badan melayang Selama mungkin dan diusahakan badan tetap seimbang. Sikap badan pada waktu jatuh/mendarat, yaitu sipelompat harus mengusahakan jatuh/mendaray dengan sebaik – baiknyajangan sampai jatuhnya badan atau lengan ke belakang, karena akan merugikan.mendaratlah dengan kedua kaki dan lengan kedepan.



d) Macam – macam gaya yang umum digunakan :
1. gaya jongkok atau Truck (kauer)
2. gaya berjalan diudara atau Lauf (walking/running in the air)
3. gaya menggantung atau melenting atau schnepper/hang.

e) Hal – hal yang perlu dihindari :
1. Memperpendek atau memperpanjang langkah terakhir sebelum bertolak.
2. Bertolak dari tumit dengan kecepatan yang tidak memadai.
3. Badan miring jauh kedepan atau kebelakang.
4. Fase yang tidak seimbang.
5. Gerak kaki yang premature.
6. Tak cukup angkatan kaki pada pendaratan.
7. Satu kaki turun mendahului kaki lain pada darat.

f) Hal – hal yang harus diperhatikan/dilakukan
1. pelihara kecepatan sampai saat menolak
2. capailah dorongan yang cepat dan dinamis dan balok tumpuan.
3. Rubahlah sedikit posisi lari, baertujuan mencapai posisi lebih tegak.
4. Gunakan gerakan kompensasi lengan yang baik
5. Capailah jangkuan gerak yang baik.
6. Gerak akhir agar dibuwat lebih kuat dengan menggunakan lebih besar daya kepadanya.
7. Latihan gerakan pendaratan.
8. Kuasai gerak yang betul dari lengan dan kaki dalam meluruakan dan membengkokkan.

2. Lompat tinggi
Tujuan dari lompat tinggi agar dapat mencapai lompatan yang setinggi – tingginya. Pada lompat tinggi sama halnya dengan lompat jauh, yaitu memerlukan :

a) Awalan biasanya ancang – ancang itu di pergunakan 3 langkah, 5 langkah dan 7 langkah dan sebagainya, serta langkah yang terakhir panjang dan berat badan dibelakang.

b) Sikap badan saat berada di atas mistar.
Sikap badan saat waktu jatuh dan mendarat.


c) Macam macam gaya pada lompat tinggi

1. gaya Gunting (Scissors)
Gaya gunting ini beleh dikatakan gaya Swenney, sebab pada waktu sebelumnya (yang lalu) masih digunakan gaya jongkok.Terjadi pada tahun 1880 – permulaan abad ke 20. maka antara tahun 1896 swenny mengubahnya dari gaya jongkok itu menjadi gaya gunting. Karena gaya jongkok kurang ekonomis.

Cara melakukan:
si pelompat mengambil awalan dari tengah. Bila si pelompat pada saat akan melompat, memakai tumpuan kaki kiri (bila ayunan kaki kanan), maka ia mendart (jatuh) dengan kaki lagi.
Di udara badan berputar ke kanan, mendarat dengan kaki kiri, badan menghadap kembali ke tempat awalan tadi.

2. gaya guling sisi (Western Roll)
Pada gaya ini sama dengan gaya gunting, yaitu tumpuan kaki kiri jatuh kaki kiri lagi dan bila kaki kanan jatuhnyapun kaki kanan hanya beda awalan, bdari tengah tapi dari samping.

3. Gaya Guling (Straddle)
Cara melakukan :
- Pelompat mengambil awalan dari samping atara 3, 5, 7, 9, langkah: Tergantung ketinggian yang pentung dalam mengambi awalan langkahnya ganjil.
- Pada saat akan melompat langkah yang terkhir panjang.
Menumpu pada kaki kiri atau kanan, maka ayunan kaki kiri/kanan kedepan. Setelah kaki ayun itu melewati mistar cepat badan balikkan, hingga sikap badan diatas mistar telungkup.pantat usahaka lebih tinggi dari keoala, jadi kepala tunduk.
- Pada waktu mendarat atau jatuh yang ppertama kali kena adalah kaki kanan dan tangan kanan bila tumpuan menggunakan kaki kiri, lalu bergulingnya yaitu menyusur punggung tangan dan berakhir pada bahu dan berkhir dengan cepat.

4.Gaya Fosbury Flop
Cara melakukannya :
Awalan,haus dilakukan dengan cepat dan menikung/agak melingkar,dengan langkah untuk awalan tersebut kira – kira 7-9 langkah.
Tolakan, Untuk tolakan kaki hampir sama dengan lompat tinggi yang lainnya. Yakni harus kuat dengan bantuan ayunan kedua tangan untuk membantu mengangkat seluruh badan. Bila kaki tolakan menggunakan kaki kana, maka tolaka harus dilakukan disebelah kiri mistar. Pada waktu menolak kaki bersamaan dengan kedua tangan keatas disamping kepala, maka badan melompat keaas dan membuwat putaran 180 derajat dan dilakukan bersama – sama.
Sikap badan diatas mistar, Hendaknya sikap badan diatas mistar terlentang dengan kedua kaki tergantung lemas, dan dagu agak ditarik ke dekat dada dan punggung berada diatas mistar merupakan busur yang melenting.
Cara mendarat, mendarat pada karet busa dengan ukuran(ukuran 5 x 5 meter dengan tinggi 60 cm lebih) dan di atasnya ditutup dengan matras sekitar 10 – 20 cm, dan yang mendarat pertama kali adalah punggumg dan bagian belakang kepala.

d) Hal – hal yang perlu diperhatikan :
1. Lari awalan yang terlalu cepat
2. Meluruskan kaki penolak terlalu jauh kedepan.
3. Gerak kombinasi kaki yang tidak sempurna.
4. Badan condong mendekati mistar.
5. Posisi tangan pada mistar terlalu tinggi.
6. Melewati mistar dalam posisi duduk.
7. Membuat lengkung badan terlalu awal.
8. Gerak terlambat dari gaerk angkat kaki akhir.

e) Hal – hal yang harus di utamakan :
1. Lari awalan dengan kecepatan yang terkontrol.
2. Hindari kecondongan tubuh kebelakang terlalu banyak.
3. Capailah gerakan yang cepat pada saat bertolak dan mendekati mistar.
4. Usahakan angkat vertikan pada saat take off/pada saat kaki bertolak meninggalkan tanah.
5. Doronnglah bahu dan lengan keatas pada saat take off.
6. Lengkungkan punggung di atas mistar.
7. Usahakan mengangkat yang sempurna dengan putaran kedalm dari lutut kaki ayun (bebas).
8. Angkat kemudian luruskan kaki segera sesudah membuat lengkung

3. Lompat jangkit
Triple jump (kadang-kadang disebut sebagai hop, langkah dan melompat atau melompat, lompat dan melompat) adalah sebuah trek dan lapangan olahraga, mirip dengan lompat jauh, tetapi melibatkan sebuah “hop, langkah dan melompat” rutin, dimana pesaing berjalan menyusuri jalur dan melakukan lompatan, satu langkah dan kemudian melompat ke dalam lubang pasir.
Triple jump memiliki asal-usul di Olimpiade Kuno dan telah menjadi peristiwa Olimpiade modern sejak Olimpiade ‘berdirinya pada tahun 1896.

Saat ini pria dan wanita pemegang rekor dunia Jonathan Edwards dari Britania Raya, dengan melompat dari 18,29 meter (60,0 kaki), dan Inessa Kravets dari Ukraina, dengan lompatan 15,5 meter (51 kaki).
a) Sejarah
Triple melompat, atau paling tidak melibatkan tiga varian melompat satu demi satu, berakar pada Olimpiade Yunani Kuno, dengan catatan yang menunjukkan para atlet mencapai jarak lebih dari 50 kaki (15,24 m). [1]
Dalam mitologi Irlandia yang geal-ruith (triple jump), adalah suatu peristiwa diperebutkan dalam Permainan Tailteann Irlandia kuno sejak 1829 SM [2]
Triple melompat adalah bagian dari pelantikan Olimpiade Athena 1896, meskipun saat itu terdiri dari dua hop di kaki yang sama dan kemudian melompat. Bahkan, juara Olimpiade modern pertama, James Connolly, adalah triple jumper. Olimpiade awal juga termasuk berdiri tiga melompat, meskipun ini sejak saat itu telah dihapus dari program Olimpiade dan jarang dilakukan dalam persaingan saat ini. Tiga wanita melompat diperkenalkan ke Olimpiade Atlanta pada tahun 1996.

b) Teknik
Atlet sprint menyusuri landasan pacu hingga mencapai tanda lepas landas, dari yang melompat diukur. Lepas landas adalah papan tanda yang biasanya diterapkan sebagai sepotong kayu fisik atau materi serupa yang tertanam di landasan pacu, atau sebuah persegi panjang landasan pacu dilukis di permukaan. Dalam kejuaraan modern sepotong plastik, tape, atau model tanah liat yang melekat pada papan untuk merekam atlet overstepping atau “menggaruk” tanda, ditetapkan oleh tepi trailing board.People tidak menggunakan menyukai triple melompat. Ada tiga fase triple melompat, diartikulasikan dalam peristiwa asli nama: “hop” fase, “langkah” fase, dan “melompat” fase. Ketiga fase dijalankan dalam satu urutan yang berkesinambungan. The hop dimulai dengan atlet melompat dari tanda di atas / nya kaki lepas landas, dan berakhir tumit mendarat di landasan pertama dengan kaki lepas landas. Tampaknya tidak siap menjadi lebih dari sebuah “bersepeda” gerakan. Tujuannya adalah untuk melompat keluar sebagai lawan atas. Dalam langkah, atlet segera melompat dengan kaki lepas landas dan mendarat di landasan pacu dengan lawan kaki. Tujuan dari langkah ini adalah untuk menutupi landasan pacu sebanyak mungkin sehingga satu adalah sebagai dekat dengan lubang mungkin untuk fase berikutnya. Langkah ini diikuti oleh melompat, di mana atlet melompat dari yang sama kaki non-lepas landas dan mendarat di sebuah lubang yang penuh pasir. Lompatan fase ini sangat mirip dengan melompat jump.Long panjang adalah peristiwa lapangan yang berbeda. Dalam proses lompat jauh, seorang atlet harus menyerang dengan tanda / nya melepas kaki membawa kaki lawan bengkok dan lurus ke atas; kedua kaki harus datang di depan atlet saat mendarat di dalam lubang yang penuh pasir. Setiap tahap tiga harus melompat semakin tinggi. Namun, dalam kedua peristiwa jika atlet itu lepas landas tanah kaki di depan papan itu, atlet pelanggaran. Sebuah “busuk”, juga dikenal sebagai “nol” atau terlewat melompat, terjadi ketika seorang pelompat tanda oversteps lepas landas, rindu lubang seluruhnya, tidak menggunakan urutan yang benar kaki sepanjang fase, atau tidak melakukan usaha di jatah jumlah waktu (biasanya sekitar satu menit). Ketika seorang jumper “goresan,” pejabat yang duduk akan menaikkan bendera merah dan jumper yang “di dek,” atau di samping, bersiap untuk melompat. Untuk merekam sebuah “awal,” kamera video biasanya digunakan untuk menghindari kebingungan dan tidak adil panggilan.

4. Lompat galah
a) Pengertian lompat galah
lompat tinggi galah merupakan Suatu lompatan yang dilakukan dengan bantuan galah untuk mencapai tujuan lompatan yang setinggi-tingginya

b) Sejarah
Belanda adalah negeri pesisir pantai yang sebagian besar wilayahnya berada di bawah permukaan laut. Hal ini menyebabkan di negara ini terdapat banyak sungai dan danau. Karena itu sebagian warga Belanda jika akan bepergian ke tempat lain harus menyeberangi sungai atau danau.
Untuk menyiasati sungai dan danau yang menjadi hambatan perjalanan, warga Belanda menggunakan Fierljeppen atau lompat galah danau. Pada abad ke-13, cara ini kerap digunakan petani di Norwegia.
Seiring perkembangan zaman, Fierljeppen mulai dipertandingkan. Dan siapa sangka bila Fierljeppen menjadi cikal bakal lompat galah saat ini. Bedanya dengan lompat galah, peserta Fierljeppen harus memanjat galah setinggi mungkin supaya bisa jatuh dengan posisi terjauh.
Belum lama ini di negeri Kincir Angin digelar kompetisi Fierljeppen. Peminatnya cukup banyak. Mereka diharuskan menyeberangi danau dengan menggunakan galah aluminum sepanjang 11 meter. Tentunya peserta yang mencapai jarak terjauh akan keluar sebagai pemenang.
Selain menjadi cikal bakal olahraga, Fierljeppen juga melahirkan peribahasa jangan melompat lebih jauh dari panjang galah yang dimiliki. Perbahasa itu berarti jangan bertindak lebih jauh dari kemampuan yang dimiliki.(YNI)

c) Teknik lompat galah
Ada beberapa teknik yang harus dilakukan seorang pelompat dalam lompat tinggi galah ini. Mari kita perhatikan bersama-sama penjelasan berikut;

a) Awalan, yang dilakukan pertama mengambil ancang-ancang untuk berlari posisi tubuh harus dikontrol untuk melakukan gerakan menancapkan galah dan menumpu dengan tepat.
Teknik Awalan; Awalan jaraknya harus panjang, supaya dapat mencapai kecepatan maksimum ketika menumpu. Saat berlari usahakan konsisten dan prima yg bertujuan atlet dapat mengontrol posisi tubuhnya dari proses menancapkan galah dan menginjak titik tumpu dengan tepat. Galah harus dipegang yang kuat, dan yang perlu diperhatikan cara memegang jarak yang cukup lebar, untuk memperoleh tumpuan yang baik.

b) Gerakan menancapkan Galah
Tekhnik menancap galah yang pertama adalah dalam proses menancapkan galah hendaknya langsung ke arah depan dan atas, jangan menggeserkan galah di tanah. Sedikit kalaupun terpaksa supaya kedua tangan terpisah pada jarak yang cukup lebar.
Tancapkan galah setelah jarak 3 langkah sebelum menumpu dengan menggunakan ujung galah. Galah menancap sejajar garis lurus sehingga ujungnya terletak dibawah kepala atlet pada saat start untuk tumpuan.
Kecepatan sangat penting ketika melentingkan galah, Selanjutnya posisi badan hendaknya langsung mengarah bagian belakang dari parit pendaratan. Kaki yang akan digunakan menumpu hendaknya diletakkan tepat di bawah garis tegak lurus yang ditarik mulai dari tangan yang paling atas.
Sebelum melentingkan galah gerakan yang harus dilakukan ialah; gerakan push-pull yaitu gerakan menekan (pushing) galah dengan tangan yang terletak lebih rendah, sementara tangan yang atas menarik ujung galah ke bawah. Gerakan pull-swing adalah gerakan menarik dengan tangan yang di atas, sementara tubuh berayun ke depan, di belakang tangan bawah yang menekuk. Kedua gerakan ini harus dilakukan dengan benar, sehngga pusat gaya berat tubuh tetap berada di belakang
c) Berayun dan menggelantung
Gerakan ini bertujuan untuk menambah kelentingan dan untuk menyimpan lebih banyak tenaga potensial di dalam galah. Dengan posisi tubuh pelompat yang benar akan didapat posisi yang paling baik untuk mengangkat tubuh ke atas, saat tenaga yang disimpan waktu menggantung dikeluarkan lagi segera untuk melewati mistar.
d) Tarikan dan Putaran (pull & turn)
Gerakan pulling (menarik) dimulai ketika pusat dari gaya berat tubuh si pelompat berada dekat galah. Mulailah energi dilepaskan yaitu dengan gerakan meluruskan kembali. Gerakan ini mengikuti fase pasif relatif setelah tubuh menggelantung, ketika si pelompat menunggu terlepasnya tubuh. Tarikan lurus searah sumbu galah. Putaran tubuh diperoleh dengan gerakan tangan atas yang mulai menarik kearah pinggul dan bukan kearah dada. Kedua kaki tetap diangkat tegak lurus, sewaktu dilakukan gerakan menarik dan berputar.

e) Push –off dan melintasi mistar
Gerakan push-off (melentingkan diri) dimulai segera setelah tarikan tangan yang diatas, mencapai posisi dekat pada pinggul. Gerakan ini sebetulnya lanjutan dari gerakan menarik tadi. Pada permulaan dari gerakan melenting ini, galah harus membentuk sebesa 85 - 90ยบ. Sebelum pelompat melepaskan tanganya, lakukanlah putaran melingkar mistar dengan cara menjatuhkan kedua kaki sedikit, dan denga reaksi dari daya dorong tubuh terhadap galah. Jika daya dorong ke atas melampaui taikan ke bawa oleh kedua kaki, pusat gaya berat si pelompat akan terus melambung tinggi setelah galah dilepaskan.
Gerakan ini merupakan gerakan terakhir yaitu melewati garis mistar. Jadi suksesnya gerakan ini tergantung dari latihan dan latihan dan teknik gerakan-gerakan awal yang benar sehingga dapat menimbulkan gerakan akhir yang sempurna. demikian, penjelasan tentang olahraga lompat tinggi galah, jenis olahraga ini menjadi langganan dalam daftar ivent internasional seperti olimpiade dll.





BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Lompat adalah mendorong tubuh dengan daya tolakan dari kaki menggunakan 1 atau 2 kaki.
Melompat dan berlari hampir sama penjelasannya, walau dalam praktek terlihat jelas perbedaannya, perbedaan antara melompat dan berlari adalah :
- berlari, daya tolakan sebagian besar mengarah ke depan dan jeda layang di udara tidak terlalu lama juga tidak terlalu tinggi
- melompat, daya tolakan dapat ke depan, atas, belakang dan jeda layang di udara lebih lama juga lebih tinggi. Melompat biasanya terdapat proses menekukkan sendi daerah engsel dan lutut yang lebih tinggi derajatnya dibandingkan dengan berlari.

3.2 Saran
Melompat merupakan kegiatan olahraga yang sangat membutuhkan kelenturan badan. Agar dalam melakukan olahraga ini tidak terjadi cedera, jadi sebaiknya sangat dianjurkan untuk melakukan gerakan ringan atau pemanasan yang cukup agar otot otot pada tubuh tidak kaget dan keram.







DAFTAR PUSTAKA

1. http://aladhifi.blogspot.com/2010/02/lompat-galah.html
2. http://grandmall10.wordpress.com/2010/02/06/pengertian-lompat-jangkit/
3. http://www.google.co.id/search?q=teknik+dasar+gerakan+nomor+lompat&hl=id&client=firefox-a&rls=org.mozilla:en-US:official&channel=np&biw=1600&bih=799&source=ln
4. http://www.omdhani.info/topic/teknik-gerakan-lompat-jangkit
5. http://www.google.co.id/images?q=teknik+dasar+gerakan+nomor+lompat&hl=id&client=firefox-a&
6. http://www.google.co.id/images?um=1&hl=id&client=firefox-a&rls=org.mozilla:en-US:official&channel












Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
Teknik Dasar Melompat



Oleh:

Ni Made Widya Mahadiani

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer

Selamat Datang

^^ Ayo berkunjung
Loading...
Loading...