Selamat Datang ^^





Mari Berkarya dan Menebarkan Api Pengetahuan.


Jumat, 15 April 2011

Makalah Berbagai Metode Mengajar

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Berbicara mengenai pendidikan dinegeri ini memang tidak akan pernah ada habisnya. Kondisi pendidikan saat ini begitu menyedihkan, ada banyak hal yang harus dibenahi dalam pendidikan ini, mengingat pendidikan adalah investasi masa depan bangsa dan pengaruh dinamis terhadap perkembangan jasmani dan rohani atau kejiwaan anak bangsa, dimana mereka dididik agar bisa meneruskan gerak langkah kehidupan bangsa ini agar menjadi bangsa yang maju, berpendidikan dan bermoral. Ini tentunya akan menjadi tugas dan tanggung jawab banyak pihak , terutama bagi para pendidik (sekolah).
Sebagai tenaga pendidik seorang guru diupayakan agar mampu membina anak didik menjadi anak yang sukses dikemudian hari. Oleh sebab itu tidak urung bahwa penerapan berbagai metode dalam pembelajaran itu sangatlah diperlukan. Perlu diketahui bahwa tidak ada satu metode pun yang dianggap paling baik diantara metode-metode yang lain. Tiap metode mempunyai karakteristik tertentu dengan segala kelebihan dan kelemahan masing masing.
Berdasarkan paparan diatas maka pada makalah ini akan dibahas mengenai pengertian masing-masing metode dalam pengajaran serta kelebihan serta kelemahannya, sehingga para calon guru maupun para guru dapat lebih memahami penggunaan metode pengajaran yang tepat untuk digunakan dalam pembelajaran.


B. Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah pengertian masing-masing metode pembelajaran?
2. Bagaimanaka cara pengimplementasian masing-masing metode pembelajaran?
3. Apasajakah kelebihan dan kelemahan dari masing-masing metode pengajaran?
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian masing-masing metode pembelajaran.
2. Untuk mengetahui cara pengimplementasian masing-masing metode pembelajaran.
3. Untuk mengetahui pengertian kelebihan dan kelemahan dari masing-masing metode pengajaran.
D. Manfaat Penulisan
1. Bagi Penulis
Penulis dapat memahami perbedaan dari masing-masing metode yang sering diterapkan dalam pembelajaran, sehingga kelak dapat mengimlementasikan metode yang sesuai dalam proses pembelajaran dilapangan.
2. Bagi Pembaca
Sebagai bahan referensi dalam melakukan pemilihan metode dalam pembelajaran dengan mempertimbangkan kelemahan serta kelebihan dari masing-masing metode yang akan digunakan dalam proses belajar mengajar

BAB II
PEMBAHASAN
A. Metode Ceramah
1. Pengertian Metode Ceramah
Salah satu metode konvensioanal yang masih diterapkan hingga kini adalah metode ceramah. Ceramah adalah penuturan atau penerangan secara lisan oleh guru terhadap kelas. Dalam lingkungan pendidikan modern, ceramah sebagai metode mengajar telah menjadi salah satu persoalan yang cukup sering diperdebatkan. Kalau diteliti lebih lanjut, sebenarnya bahwa dalam situasi-situasi tertentu, metode ceramah merupakan metode yang paling baik, tetapi dalam situasi lain mungkin sangat tidak efisien. Oleh sebab itu kepiawaian seorang guru dalam menguasai bahan, pendengar/siswa, keterampilan bahasa dan intonasinya sangatlah menentukan keberhasilan dari metode ini.
2. Implementasi Metode Ceramah
Dalam melaksanakan metode ceramah, ada beberapa langkah yang harus diperhatikan, yaitu:
a. Tujuan ceramah harus dirumuskan dengan jelas agar ceramah yang diberikan berguna bagi peserta didik.
b. Bahan ceramah dapat dimengerti dengan jelas, maksudnya setiap pengertian dapat menghubungkan pembicaraan dengan pendengar dengan tepat.
c. Menanamkan pengertian yang jelas. Misalnya guru terlebih dahulu mengemukakan suatu cerita singkat bersifat ilustratif, sehingga dapat menggambarkan dengan jelas apa yang dimaksud.
d. Menangkap perhatian siswa dengan menunjukkan penggunaannya. Siswa akan tertarik bila mereka melihat bahwa apa yang di pelajari berguna bagi kehidupannya.
Selain itu dalam menerapkan metode ceramah juga harus memperhatikan situasi yang sesuai untuk menerapkan metode ceramah, beberapa contoh situasi yang ideal dalam menerapkan metode ceramah diantaranya, yaitu:
a. Menyampaikan pengajaran kepada sejumlah siswa yang besar (misalnya 100 orang atau lebih).
b. Menyampaikan fakta atau pendapat dimana tidak terdapat bahan bacaan yang merangkum fakta yang dimaksud.
c. Kalau guru adalah pembicara yang baik.
d. Ketika guru akan menyimpulkan pokok-pokok penting yang telah diajarkan, sehingga memungkinkan siswa untuk melihat lebih jelas hubungan antara pokok yang satu dengan lainnya.
e. Kalau guru akan memperkenalkan pokok bahasan baru.

3. Kelebihan dan Kelemahan Metode Ceramah
a. Kelebihan
Metode ceramah memiliki beberapa kelebihan diantaranya adalah:
1) Meningkatkan daya dengar peserta didik.
2) Guru menguasai arah pembicaraan seluruh kelas. karena dapat menentukan sendiri arah pembicaraan.
3) Organisasi kelas sederhana terutama bagi guru karena hanya menyiapkan catatannya dan tidak memerlukan berbagai media.
4) Ceramah memberikan wawasan yang luas daripada sumber lain karena guru dapat menjelaskan topik dengan mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari.
5) Dapat diikuti oleh jumlah siswa yang besar.
b. Kelemahan
1) Membuat peserta didik cendrung pasif, Karena terjadi proses satu arah yaitu dari guru kepada siswa.
2) Guru tidak dapat mengetahui sampai dimana siswa telah mengerti pembicaraannya.
3) Kata-kata yang diucapkan guru, dapat kemungkinan ditafsirkan lain oleh siswa dan dapat menyebabkan verbalisme.
4) Membosankan/menjenuhkan bila guru kurang dapat mengorganisasikan kelasnya.
5) Materi ceramah terbatas pada apa yang diingat guru.
6) Merugikan peserta didik yang lemah dalam keterampilan mendengarkan.




B. Metode Diskusi
1. Pengertian Metode Diskusi.
Muhibbin Syah, mendefinisikan bahwa metode diskusi adalah metode mengajar yang sangat erat hubungannya dengan memecahkan masalah (problem solving). Metode ini lazim juga disebut sebagai diskusi kelompok (group discussion) dan resitasi bersama (socialized recitation).
Metode diskusi dapat pula diartikan sebagai siasat “penyampaian” bahan ajar yang melibatkan peserta didik untuk membicarakan dan menemukan alternatif pemecahan suatu topik bahasan yang bersifat problematis. Guru, peserta didik atau kelompok peserta didik memiliki perhatian yang sama terhadap topik yang dibicarakan dalam diskusi.

2. Implementasi Metode Diskusi
Pada hakekatnya metode diskusi berpusat pada pelajar. Akan tetapi diskusi dapat bervariasi di situasi yang sangat terstruktur dimana guru bertindak dengan tegas dan secara otokratis. Diskusi selalu berkisar pada suatu persoalan tertentu. Metode diskusi adalah cara pembelajaran dengan memunculkan masalah. Dalam diskusi terjadi tukar menukar gagasan atau pendapat untuk memperoleh kesamaan pendapat. Dengan metode diskusi keberanian dan kreativitas siswa dalam mengemukakan gagasan menjadi terangsang, siswa terbiasa bertukar pikiran dengan teman, menghargai dan menerima pendapat orang lain, dan yang lebih penting melalui diskusi mereka akan belajar bertanggung jawab terhadap hasil pemikiran bersama.
Yang dibutuhkan bila menggunakan metode ini adalah :
a. Menyediakan bahan/topik atau masalah yang akan didiskusikan
b. Menyebutkan pokok-pokok masalah yang akan dibahas atau memberikan penugasan studi khusus kepada siwa sebelum menyelenggarakan diskusi.
c. Menugaskan siswa untuk menjelaskan , menganalisa dan meringkas.
d. Membimbing diskusi , tidak memberi ceramah
e. Sabar terhadap kelompok yang lamban dalam mendiskusikannya
f. Waspada terhadap kelompok yang tampak kebingungan atau berjalan dengan tidak menentu.
g. Melatih siswa dalam menghargai pendapat orang lain.
3. Kelebihan dan Kelemahan Metode Diskusi
a. Kelebihan
Berikut ini adalah kelebihan yang dimiliki metode diskusi
1) Mendidik siswa untuk belajar mengemukakan pikiran atau pendapat.
2) Memberi kesempatan kepada siswa untuk memperoleh penjelasan-penjelasan dari berbagai sumber data.
3) Memberi kesempatan kepada siswa untuk menghayati pembaharuan suatu problem bersama-sama.
4) Melatih siswa untuk berdiskusi di bawah asuhan guru.
5) Merangsang siswa untuk ikut mengemukakan pendapat sendiri, menyetujui atau menentang pendapat teman-temannya.
6) Membina suatu perasaan tanggung jawab mengenai suatu pendapat, kesimpulan, atau keputusan yang akan atau telah diambil.
7) Mengembangkan rasa solidaritas/toleransi.
8) Menuntut kemampuan berbicara secara sistematis dan logis.
9) Dengan mendengarkan semua keterangan yang dikemukakan oleh pembicara, pengetahuan dan pandangan siswa mengenai suatu problem akan bertambah luas.
b. Kelemahan
Berikut ini adalah kelemahan yang dimiliki metode diskusi:
1) Tidak semua topik dapat dijadikan metode diskusi hanya hal-hal yang bersifat problematis saja yang dapat didiskusikan.
2) Diskusi yang mendalam memerlukan banyak waktu.
3) Sulit untuk menentukan batas luas atau kedalaman suatu uraian diskusi.
4) Biasanya tidak semua siswa berani menyatakan pendapat sehingga waktu akan terbuang karena menunggu siswa mengemukakan pendapat.
5) Pembicaraan dalam diskusi mungkin didominasi oleh siswa yang berani dan telah biasa berbicara. Siswa pemalu dan pendiam tidak akan menggunakan kesempatan untuk berbicara.
6) Memungkinkan timbulnya rasa permusuhan antarkelompok atau menganggap kelompoknya sendiri lebih pandai dan serba tahu daripada kelompok lain atau menganggap kelompok lain sebagai saingan, lebih rendah, remeh atau lebih bodoh.

C. Metode Tanya Jawab
1. Pengertian Metode Tanya Jawab
Metode tanya jawab merupakan cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab terutama dari guru kepada siswa, tetapi dapat pula dari siswa kepada guru (Syaiful Bahri Djamarah 2000: 107). Metode ini dipandang lebih baik dari pada metode pembelajaran konvensional yaitu metode ceramah. Alasannya karena metode ini dapat merangsang siswa untuk berfikir dan berkreativitas dalam proses pembelajaran. Metode Tanya jawab juga dapat digunakan untuk mengukur atau mengetahui seberapa jauh materi atau bahan pengajaran yang telah dikuasai oleh siswa.

2. Implementasi Metode Tanya Jawab
Dalam pengimplementasiannya, metode tanya jawab dilaksanakan dengan beberapa tujuan, yaitu:
a. Melanjutkan (meninjau) pelajaran yang lalu
b. Menyelingi pembicaraan untuk mendapatkan kerjasama siswa
c. Memimpin pengamatan dan pemikiran siswa.
d. Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya.
e. Melatih peserta didik berpikir dan berbicara sistematis.
Dan juga terdapat beberapa alasan menggunakan metode tanya jawab ini yaitu:
a. Dapat merangsang ingin tau peserta didik terhadap permasalahan yang sedang dibicarakan.
b. Menimbulkan berpikir reflektif, sistematis dan kreatif siswa.
c. Mewujudkan cara belajar aktif.
Singkatnya, dalam praktek metode tanya jawab, guru memberikan pertanyaan kepada siswa setelah selesai menyampaikan pelajaran dan siswa juga dapat mengajukan pertanyaan kepada guru mengenai materi yang disampaikan sehingga terjadi interaksi dua arah.

3. Kelebihan dan Kelemahan Metode Tanya Jawab
a. Kelebihan
1) Kelas lebih aktif karena siswa tidak sekedar mendengarkan saja.
2) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya sehingga guru mengetahui hal-hal yang belum dimengerti oleh para siswa.
3) Guru dapat mengetahui sampai di mana penangkapan siswa terhadap segala sesuatu yang diterangkan.
4) Menumbuhkan keberanian dalam mengemukakan jawaban.
b. Kelemahan
1) Dengan tanya jawab kadang-kadang pernbicaraan menyimpang dari pokok persoalan dan malah menimbulkan persoalan baru.
2) Mernbutuhkan waktu lebih banyak.
3) Dapat menimbulkan kegugupan bagi peserta didik yang tidak memiliki kebranian dalam bertanya maupun menjawab.
4) Pada kelas-kelas besar pertanyaan tidak dapat disebarkan kepada seluruh peserta didik.
5) Tidak mudah membuat pertanyaan yang sesuai dengan tingkat berpikir siswa.

D. Metode Demonstrasi
1. Pengertian Metode Demonstrasi
Menurut Muhibbin (2000) Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pembelajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan. Menurut Syaiful Bahri Djamarah (2000) Metode demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk memperlihatkan sesuatu proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan pelajaran.
Metode Demonstrasi juga bisa kita definisikan sebagai metode mengajar dengan menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana berjalannya atau bekerjanya suatu proses atau langkah-langkah kerja dari suatu alat atau instrumen tertentu kepada siswa. Untuk memperjelas pengertian tersebut dalam prakteknya dapat dilakukan oleh guru atau anak didik itu sendiri. Metode Demonstrasi cukup baik apabila digunakan dalam penyampaian bahan pelajaran sains dan teknologi, misalnya : bagaimana cara kerja suatu mesin cuci atau apa yang terjadi jika suatu balon berisi air bakar dengan api.

2. Implementasi Metode Demonstrasi
Dalam perencanaan implementasi metode demonstrasi hal-hal yang perlu dilakukan ialah:
a. Merumuskan tujuan yang baik dari sudut kecakapan atau kegiatan yang diharapkan dapat tercapai setelah metode demontrasi berakhir.
b. Menetapkan garis-garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan di laksanakan.
c. Memperhitungkan waktu yang di butuhkan.
d. Selama demonstrasi berlangsung guru harus intropeksi diri apakah keterangan-keterangan dapat di dengar dengan jelas oleh siswa dan apakah semua media yang di gunakan telah di tempatkan pada posisi yang baik, hingga semua siswa dapat melihat semuanya dengan jelas dan siswa membuat catatan-catatan yang dianggap perlu
e. Menetapkan rencana penilaian terhadap kemampuan anak didik
Dan dalam pelaksanaanya, Metode demontrasi dapat dilaksanakan manakala:
a. Kegiatan pembelajaran berrsifat normal, magang atau latihan bekerja
b. Bila materi pelajaran berbentuk keterampilan gerak
c. Guru, pelatih , instruktur bermaksud menyederhanakan penyelesaian kegiatan yang panjang
d. Pengajar bermaksud menunjukkan suatu standar penampilan
e. Untuk menumbuhkan motivasi siswa tentang latihan/ praktik yang kita laksanakan
f. Untuk dapat mengurangi kesalahan-kesalahan
g. Bila beberapa masalah yang menimbulkan pertanyaan pada siswa dapat dijawab lebih teliti waktu proses demonstrasi

3. Kelebihan Dan Kekurangan Metode Demonstrasi
a. Kelebihan
1) Membantu anak didik memahami dengan jelas jalannya suatu proses atau kerja suatu benda.
2) Memudahkan berbagai jenis penjelasan.
3) Kesalahan-kesalahan yang terjadi dapat diperbaiki melalui pengamatan dan contoh konkret, dengan menghadirkan objek sebenarnya.
4) Membuat pengajaran menjadi lebih jelas dan lebih konkret
5) Siswa lebih mudah memahami apa yang dipelajari
6) Proses pengajaran lebih menarik
7) Siswa dirangsang untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara teori dengan kenyataan.
b. Kelemahan
1) Demonstrasi akan menjadi metode yang tidak wajar apabila alat yang di Demonstrasikan tidak bisa di amati dengan seksama oleh siswa. Misalnya alatnya terlalu kecil atau penjelasannya tidak jelas.
2) Demonstrasi menjadi kurang efektif bila tidak diikuti oleh aktivitas di mana siswa sendiri dapat ikut memperhatikan dan menjadi aktivitas mereka sebagai pengalaman yang berharga.
3) Tidak semua hal dapat didemonstrasikan di kelas karena alat-alat yang terlalu besar atau yang berada di tempat lain yang tempatnya jauh dari kelas.
4) Hendaknya dilakukan dalam hal-hal yang bersifat praktis tetapi dapat membangkitkan minat siswa.
5) Memerlukan keterampilan guru secara khusus
6) Fasilitas seperti peralatan, tempat dan biaya yang memadai tidak selalu tersedia dengan baik
7) Memerlukan kesiapan dan perencanaan yang matang disamping memerlukan waktu yang cukup panjang.
E. Metode Penugasan
1. Pengertian Metode Penugasan.
Metode resitasi adalah metode penyajian bahan dimana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar. Metode ini diberikan karena dirasakan bahan pelajaran terlalu banyak , sementara waktu sedikit.
Metode pemberian tugas adalah cara dalam proses belajar mengajar dengan jalan memberi tugas kepada siswa. Tugas-tugas itu dapat berupa mengikhtisarkan karangan, (dari surat kabar, majalah atau buku bacaan) membuat kliping, mengumpulkan gambar, perangko, dan dapat pula menyusun karangan.
Metode pemberian tugas, dianjurkan antara lain untuk mendukung metode ceramah, inkuiri dll. Penggunaan metode ini memerlukan pemberian tugas dengan baik, baik ruang lingkup maupun bahannya. Pelaksanaannya dapat diberikan secara individual maupun kelompok.

2. Implementasi Metode Penugasan
Penggunaan metode pemberian tugas bertujuan:
a. Menumbuhkan proses pembelajaran yang eksploratif
b. Mendorong perilaku kreatif
c. Membiasakan berpikir komprehensif
d. Memupuk kemandirian dalam proses pembelajaran
Metode pemberian tugas yang digunakan secara tepat dan terencana dapat bermanfaat untuk:
a. menumbuhkan kebiasaan belajar secara mandiri dalam lingkungan bersama (kolektif) maupun sendiri
b. Melatih cara mencari informasi secara langsung dari sumber belajar yang terdapat di lingkungan sekolah, rumah dan masyarakat
c. Menumbuhkan suasana pembelajaran yang menggairahkan (rekreatif)

Langkah-langkah yang harus diikuti metode tugas dan resitasi adalah :
a. Fase Pemberian tugas
1) Tujuan yang akan dicapai
2) Jenis tugas yang jelas dan tepat
3) Sesuai dengan kemampuan siswa
4) Ada petunjuk/sumber yang dapat membantu pekerjaan siswa
5) Sediakan waktu yangcukup untuk mengerjakan tugas tersebut
b. Langkah Pelaksanaan Tugas
1) Diberikan bimbingan/ pengawasan oleh guru
2) Diberikan dorongan sehingga anak mau bekerja
3) Diusahakan /dikerjakan oleh siswa sendiri, tidak menyuruh orang lain
4) Dianjurkan agar siswa mencatat hasil-hasil yang ia peroleh
c. Fase mempertanggungjawabkan Tugas
1) Laporan siswa baik lisan/ tertulis dari apa yang dikerjakannya
2) Ada Tanya jawab/diskusi kelas
3) Penilaian hasil pekerjaan siswa baik dengan tes maunpun non tes
3. Kelebihan dan Kekurangan Metode Penugasan
a. Kelebihan
Metode penugasan memiliki beberapa kelebihan, diantaranya:
1) Lebih merangsang siswa dalam melakukan aktivitas belajar individual ataupun kelompok
2) Dapat mengembangkan kemandirian siswa diluar pengawasan guru
3) Dapat membina tanggung jwab dan disiplin siswa
4) Dapat mengembangkan kreativitas siswa


b. Kelemahan
Kelemahan dari metode penugasan adalah:
1) Siswa sulit dikontrol mengenai pengerjaan tugas
2) Khusunya untuk tugas kelompok, tidak jarang yang aktif mengerjakan dan menyelesaikan adalah anggota tertentu saja , sedangkan anggota lainnya tidak berpartisipasi dengan baik
3) Tidak mudah memberikan tugas yang sesuai dengan pervedaan individu siswa
4) Sering memberikan tugas yang monoton dapat menimbulkan kebosanan siswa
F. Metode Eksperimen Laboratorium
1. Pengertian Metode Eksperimen Laboratorium
Metode eksperimen menurut Syaiful Bahri Djamarah (2000:95) adalah cara penyajian pelajaran, di mana siswa melakukan percobaan dengan mengalami sendiri sesuatu yang dipelajari. Dalam proses belajar mengajar, dengan metode eksperimen, siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri, mengikuti suatu proses, mengamati suatu obyek, keadaan atau proses sesuatu. Dengan demikian, siswa dituntut untuk mengalami sendiri, mencari kebenaran, atau mencoba mencari suatu hukum atau dalil dan menarik kesimpulan dari proses yang dialaminya itu.
Menurut Roestiyah (2001:80) Metode eksperimen adalah suatu cara mengajar, di mana siswa melakukan suatu percobaan tentang sesuatu hal, mengamati prosesnya serta menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil pengamatan itu disampaikan ke kelas dan dievaluasi oleh guru
Metode eksperimen dapat diartikan sebagai cara penyajian pelajaran, di mana siswa melakukan percobaan dengan mengalami sendiri sesuatu yang dipelajari atau melakukan sendiri, mengikuti suatu proses, mengamati suatu obyek, keadaan atau proses sesuatu. Dengan demikian, siswa dituntut untuk mengalami sendiri, mencari kebenaran, atau mencoba mencari suatu hukum atau dalil, dan menarik kesimpulan dari proses yang dialaminya itu.

2. Implementasi Metode Eksperimen Laboratorium
Metode ini adalah metode pemberian kesempatan kepada siswa perseorangan dan kelompok, untuk dilatih melakukan suatu proses atau percobaan. Penggunaan teknik ini mempunyai tujuan agar siswa mampu mencari dan menemukan sendiri berbagai jawaban atau persoalan-persoalan yang dihadapinya dengan mengadakan percobaan sendiri. Juga siswa dapat terlatih dalam cara berfikir yang ilmiah. Dengan eksperimen siswa menemukan bukti kebenaran dari teori sesuatu yang sedang dipelajarinya
Langkah-langkah metode eksperimen
a. Menerangkan Metode Eksperimen
b. Membicarakan terlebih dahulu permasalahan yang sesuai untuk di angkat
c. Sebelum guru menetapkan alat yang di perlukan langkah-langkah apa saja yang harus di catat dan variebel-variebel apa yang harus di control
d. Setelah eksperimen di lakukan guru harus mengumpulkan laporan, memproses kegiatan, dan mengadakan tes untuk menguji pemahaman murid

Hal-hal yang perlu di perhatikan dalam melakukan Metode Eksperimen
a. Persiapkan terlebih dahulu bahan-bahan yang di butuhkan
b. Usahakan siswa terlibat langsung sewaktu mengadakan eksperimen
c. Sebelum dilaksanakan eksperimen siswa terlebih dahulu diberikan penjelasan dan petunjuk-petunjuk seperlunya
d. Lakukan pengelompokan atau masing-masing individu melakukan percobaan yang telah direncanakan bila hasilnya belum memuaskan dapat diulangi lagi untuk membuktikan kebenarannya
e. Setiap kelompok atau individu dapat melaporkan hasil percobaanya secara tertulis.

3. Kelebihan dan Kelemahan Metode Eksperimen Laboratorium
a. Kelebihan
1) Menambah keaktifan untuk berbuat dan memecahkan sendiri sebuah permasalahan
2) Dapat melaksanakan metode ilmiah dengan baik
3) Dapat membuat siswa lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri
4) Siswa dapat mengembangkan sikap untuk mengadakan studi eksplorasi tentang ilmu dan teknologi
5) Akan terbina manusia yang membawa terobosan-terobosan baru dengan penemuan sebagai hasil percobaan yang diharapkan dapat bermanfaat bagi kesejahteraan hidup manusia
b. Kelemahan
1) Tidak semua mata pelajaran dapat menggunakan metode ini
2) Murid yang kurang mempunyai daya intelektual yang kuat kurang baik hasilnya.
3) Tidak cukup alat-alat mengakibatkan tidak setiap siswa berkesempatan mengadakan eksperimen
4) Metode ini menuntut ketelitian , keuletan dan ketabahan
5) Memerlukan jangka waktu yang lama

G. Metode Karyawisata/Pengalaman Lapangan
1. Pengertian Metode Karyawisata
Menurut Djamarah (2000:105), pada saat belajar mengajar siswa perlu diajak ke luar sekolah, untuk meninjau tempat tertentu atau obyek yang lain. Hal itu bukan sekedar rekreasi tetapi untuk belajar atau memperdalam pelajarannya dengan melihat kenyataannya. Karena itu, dikatakan teknik karya wisata, yang merupakan cara mengajar yang dilaksanakan dengan mengajak siswa ke suatu tempat atau obyek tertentu di luar sekolah untuk mempelajari atau menyelidiki sesuatu seperti meninjau pegadaian. Banyak istilah yang dipergunakan pada metode karya wisata ini, seperti widya wisata, study tour, dan sebagainya. Karya wisata ada yang dalam waktu singkat, dan ada pula yang dalam waktu beberapa hari atau waktu panjang.
Metode karyawisata adalah metode pembelajaran yang mengajak siswa untuk mengunjungi obyek-obyek dalam rangka untum menambah dan memperluas wawasan obyek yang dipelajari tersebut ( sesuai dengan bidangnya). Misalnya untuk pelajaran pendidikan geografi siswa dapat diajak ke obyek pemukiman transmigrasi atau obyek morfologi. Untuk pelajaran pendidikan sejarah, siswa dapat diajak ke situs sejarah. Untuk pelajaran pendidikan ekonomi siswa dapat diajak mengunjungi pabrik, atau obyek kegiatan ekonomi.
Menurut Roestiyah (2001:85) ,teknik karya wisata ini digunakan karena memiliki tujuan sebagai berikut: Dengan melaksanakan karya wisata diharapkan siswa dapat memperoleh pengalaman langsung dari obyek yang dilihatnya, dapat turut menghayati tugas pekerjaan milik seseorang serta dapat bertanya jawab mungkin dengan jalan demikian mereka mampu memecahkan persoalan yang dihadapinya dalam pelajaran, ataupun pengetahuan umum. Juga mereka bisa melihat, mendengar, meneliti dan mencoba apa yang dihadapinya, agar nantinya dapat mengambil kesimpulan, dan sekaligus dalam waktu yang sama ia bisa mempelajari beberapa mata pelajaran. .

2. Implementasi Metode Karyawisata
Dalam pelaksanaanya, metode karya wisata dilakukan karena terdapat beberapa alasan, yaitu:
a. Obyek yang akan dipelajari tidak dapat dibawa kedalam kelas karena, misalnya:
1) Terlalu besar/berat
2) Berbahaya
3) akan berubah bila berpindah tempat
4) obyek terdapat di tempat tertentu
b. Kepentingan siswa dalam rangka melengkapi proses belajar mengajar
Langkah-langkah studi karya wisata:
a. Persiapan :
1) pembentukan panitia pelaksana
2) penuyusunan proposal
3) mengurus izin perjalanan
b. Pelaksanaan
1) pembagian kelompok dan penjelasan tugas
2) pelaksanaan di lapangan sesuai dengan proposal.
c. Pembuatan laporan kegiatan.
d. Evaluasi.

3. Kelebihan dan Kelemahan Metode Karyawisata
a. Kelebihan
1) Karyawisata menerapkan prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran
2) Membuat bahan yang dipelajari disekolah menjadi lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan yang ada di masyarakat
3) Pengajaran daoat lebih merangsang kretifitas anak
4) Mendekatkan dunia sekolah dan dunia kenyataan.
5) Mempelajari konsep/teori dengan kenyataan dan sebaliknya.
6) Membekali pengalaman nyata pada siswa
b. Kelemahan
1) Memerlukan persiapan yang melibatkan banyak pihak
2) Memerlukan perencanaan dengan persiapan yang matang
3) Sering unsure studinya terabaikan
4) Memerlukan pengawasan yang lebih ketat terhadap setiap gerak-gerik siswa di lapangan
5) Biaya cukup mahal dan tanggung jawab guru besar.

H. Metode Drill (Latihan)
1. Pengertian Metode Drill
Drill merupakan suatu cara mengajar dengan memberikan latihan-latihan terhadap apa yang telah dipelajari siswa sehingga memperoleh suatu keterampilan tertentu. Kata latihan mengandung arti bahwa sesuatu itu selalu diulang-ulang, akan tetapi bagaimanapun juga antara situasi belajar yang pertama dengan situasi belajar yang realistis, ia akan berusaha melatih keterampilannya. Bila situasi belajar itu diubah-ubah kondisinya sehingga menuntut respons yang berubah, maka keterampilan akan lebih disempurnakan.
Ada keterampilan yang dapat disempurnakan dalam jangka waktu yang pendek dan ada yang membutuhkan waktu cukup lama. Perlu diperhatikan latihan itu tidak diberikan begitu saja kepada siswa tanpa pengertian, jadi latihan itu didahului dengan pengertian dasar.

2. Implementasi Metode Drill
Dalam pengimplementasiannya, Drill wajar digunakan untuk :
a. Kecakapan motoris, misalnya : menggunakan alat-alat (musik, olahraga, menari, pertukangan dan sebagainya).
b. Kecakapan mental, misalnya: menghafal, menjumlah, menggalikan, membagi dan sebagainya.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan metode drill:
a. Tujuan harus dijelaskan kepada siswa sehingga selesai latihan mereka diharapkan dapat mengerjakan dengan tepat sesuai apa yang diharapkan.
b. Tentukan dengan jelas kebiasaan yang dilatihkan sehingga siswa mengetahui apa yang harus dikerjakan.
c. Lama latthan harus disesuaikan dengan kemampuan siswa.
d. Selingilah latihan agar tidak membosankan.
e. Perhatikan kesalahan-kesalahan umum yang dilakukan siswa untuk perbaikan secara kiasikal sedangkan kesalahan perorangan dibetulkan secara perorangan.



3. Kelebihan dan Kelemahan Metode Drill.
a. Kelebihan
1) Pengertian siswa lebih luas melalui latihan berulang-ulang.
2) Siswa siap menggunakan keterampilannya karena sudah dibiasakan.
b. Kelemahan
1) Siswa cenderung belajar secara mekanis.
2) Dapat rnenyebabkan kebosanan.
3) Mematikan kreasi siswa.
4) Menimbulkan verbalisme (tahu kata-kata tetapi tak tahu arti).

I. Metode Kerja Kelompok.
1. Pengertian Metode Kerja Kelompok
Kerja kelompok dapat diartikan sebagai suatu kegiatan belajar-mengajar dimana siswa dalam suatu kelas dipandang sebagai suatu kelompok atau dibagi atas kelompok-kelompok kecil untuk mencapai suatu tujuan pengajaran tertentu. Sebagai metode mengajar, kerja kelompok dapat dipakai untuk mencapai barmacam macam tujuan pengajaran. Pelaksanaannya tergantung pada beberapa fäktor misalnya tujuan khusus yang akan dicapai, umur, kemampuan siswa, serta fasilitas pengajaran di dalam keIas.



2. Implementasi Metode Kerja Kelompok
Dalam penerapan metode kerja kelompok perlu diperhatikan beberapa hal dibawah ini, yaitu:
a. Pengelompokan untuk mengatasi kekurangan alat-alat pelajaran :
Misal ketika guru hanya memiliki keterbatasan alat praktikum, maka siswa dibagi menjadi beberapa kelompok agar siswa dapat langsung melakukan praktikum dengan kelompoknya.
b. Pengelompokan atas dasar perbedaan kemampuan belajar :
Di suatu kelas, karena ada perbedaan dalam kesanggupan belajar. Maka guru dapat membagi para siswa dalam beberapa kelompok dengan anggota yang mempunyai kemampuan tidak berbeda sehingga akan terjadi interaksi antara siswa yang memiliki kemampuan berbeda tersebut.
c. Pengelompokan atas dasar perbedaan minat belajar :
Siswa yang berminat sama dapat berkumpul pada suatu kelompok untuk mempelajari sub-pokok bahasan yang dimaksud.
d. Pengelompokan untuk memperbesar partisipasi tiap siswa :
Untuk setiap masalah diperlukan pendapat atau diskusi. Maka dipecahkan kesatuan kelas itu menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil dengan tugas membahas permasalahan tersebut dalam waktu yang sangat terbatas. Cara mengajar ini dimaksudkan untuk merangsang tiap siswa agar ikut serta dalam setiap masalah secara intensif. Tak ada seorangpun diantara mereka yang merasa mendapat tugas lebih berat dari pada yang lain.
e. Pengelompokan untuk pembagian pekerjaan :
Pengelompokkan ini didasarkan pada luasnya masalah, Jadi pengelompokkan disini bertujuan membagi pekerjaan yang mempunyai cakupan agak luas. Kerja kelonipok ini membutuhkan waktu yang panjang.
f. Pengelompokan untuk belajar bekerja sama secara efisien menuju ke suatu tujuan
Langkah pertama adalah menjelaskan tujuan dari tugas yang harus dikerjakan siswa, kemudian membagi siswa menurut jenis dan sifat tugas, mengawasi jalannya kerja kelompok, dan menyimpulkan kemajuan kelompok. Di sini jelas walaupun siswa bekerja dalam kelompok masing-masing dan melaksanakan bagiannya sendiri-sendiri, namun mereka harus memusatkan perhatian pada tujuan yang akan dicapai.

3. Kelebihan dan Kelemahan Metode Kerja Kelompok
a. Kelebihan
1) Dapat memupuk rasa kerjasama.
2) Suatu tugas yang luas dapat segera diselesaikan.
3) Adanya persaingan yang sehat.
4) Siswa dilibatkan pada kegiatan belajar sehingga pengetahuannya benar-benar diserapnya dengan baik.
5) Dilatih untuk dapat bekerjasama dengan siswa lain.

b. Kekurangan
1) Adanya sifat-sifat pribadi yang ingin menonjolkan diri atau sebaliknya yang lemah merasa rendah diri dan selalu tergantung kepada orang lain.
2) Bila kecakapan tiap anggota tidak seimbang, akan rnenghambat kelancaran tugas, atau didominasi oleh seseorang.

J. Metode Simposium
1. Pengertian Metode Simposium
Simposium adalah serangkaian pidato pendek di depan pengunjung dengan seorang pemimpin. Simposium menampilkan beberapa orang pembicara dan mereka mengemukakan aspek-aspek pandangan yang berbeda dan topik yang sama. Dapat juga terjadi, suatu topik persoalan dibagi atas beberapa aspek, kemudian setiap aspek disoroti tersendiri secara khusus, tidak perlu dari berbagai sudut pandangan.
Pembicara dalam simposium terdiri dari pembicara (pembahas utama) dan penyanggah (pemrasaran banding), dibawah pimpinan seorang moderator. Pendengar diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan atau pendapat setelah pembahas utama dan penyanggah selesai berbicara. Moderator hanya mengkoordinasikan jalannya pembicaraan dan meneruskan pertanyaan-pertanyaan, sanggahan atau pandangan umum dari peserta. Hasil simposium dapat disebar luaskan, terutama dari pembahas utama dan penyanggah, sedangkan pandangan-pandangan umum yang dianggap perlu saja.
2. Implementasi Metode Simposium
Dalam penerapannya, metode simposium dapat digunakan untuk:
a. Untuk mengemukakan aspek-aspek yang berbeda dari suatu topik tertentu.
b. Jika kelompok peserta besar.
c. Kalau kelompok membutuhkan keterampilan yang ringkas.
d. Jika ada pembicara yang memenuhi syarat (ahli dalam bidang yang disoroti).
3. Kelebihan dan Kelemahan Metode Simposium
a. Kelebihan
1) Dapat dipakai pada kelompok besar maupun kecil.
2) Dapat mengemukakan informnasi banyak dalam waktu singkat.
3) Pergantian pembicara menambah variasi dan sorotan dari berbagai segi akan menjadi sidang lebih menarik.
4) Dapat direncanakan jauh sebelumnya.
b. Kelemahan
1) Kurang spontanitas dan kneatifitas karena pembahas maupun penyanggah sudah ditentukan.
2) Kurang interaksi kelompok.
3) Menekankan pokok pembicaraan.
4) Agak terasa formal.
5) Kepribadian pembicara dapat menekankan materi.
6) Sulit mengadakan kontnol waktu.
7) Secara umum membatasi pendapat pembicara.
8) Membutuhkan perencanaan sebelumnya dengan hati-hati untuk menjamin jangkauan yang tepat.
9) Cenderung dipakai secara berlebihan.

K. Metode Proyek
1. Pengertian Metode Proyek
Metode proyek adalah suatu cara mengajar yang memberikan kesempatan kepada anak didik untuk menggunakan unit-unit kehidupan sehari-hari sebagai bahan pelajarannya. Bertujuan agar anak didik tertarik untuk belajar.

2. Implementasi Metode Proyek
Penggunaan metode ini bertolak dari anggapan bahwa pemecahan masalah tidak akan tuntas bila tidak ditinjau dari berbagai segi. Dengan perkataan lain, pemecahan setiap masalah perlu melibatkan bukan hanya satu matapelajaran atau satu bidang studi saja, melainkan hendaknya melibatkan berbagai mata pelajaran yang ada kaitannya dan sumbangan bagi pemecahan masalah tersebut, sehingga masalah dapat dipecahkan secara keseluruhan yang berarti.





3. Kelebihan dan Kelemahan Metode Proyek
a. Kelebihan
1) Dapat merombak pola pikir anak didik dari yang sempit menjadi lebih luas dan menyeluruh dalam memandang dan memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan.
2) Melalui metode ini, anak didik dibina dengan membiasakan menerapkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dengan terpadu, yang diharapkan praktis dan berguna dalam kehidupan sehari-hari.
b. Kelemahan
1) Kurikulum yang berlaku di negara kita saat ini, baik secara vertikal maupun horizontal, belum menunjang pelaksanaan metode ini
2) Organisasi bahan pelajaran, perencanaan, dan pelaksanaan metode ini sukar dan memerlukan keahlian khusus dari guru, sedangkan para guru belum disiapkan untuk ini
3) Harus dapat memilih topik unit yang tepat sesuai kebutuhan anak didik, cukup fasilitas, dan memiliki sumber-sumber belajar yang diperlukan
4) Bahan pelajaran sering menjadi luas sehingga dapat mengaburkan pokok unit yang dibahas.

L. Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving)
1. Pengertian Metode Pemecahan Masalah
Metode pemecahan masalah merupakan suatu metode pengajaran yang mendorong siswa untuk mencari dan memecahkan persoalan-persoalan. Adakalanya manusia memecahkan masalah secara instinktif (naluriah) maupun dengan kebiasaan, yang mana pemecahan tersebut biasanya dilakukan oleh binatang.
Pemecahan secara instinktif merupakan bentuk tingkah laku yang tidak dipelajari, seringkali berfaedah dalam situasi yang luarbiasa. Misalnya seseorang yang dalam keadaan terjepit karena bahaya yang datangnya tak disangka, maka secara spontan mungkin ia melompati pagar atau selokan dan berhasil, yang seandainya dalam keadaan biasa hal itu tak mungkin dilakukan. Dalam situasi yang problematis, baik manusia maupun binatang, dapat menggunakan cara "coba-coba, salah", mencoba lagi (trial and error) untuk memecahkan masalahnya. Akan tetapi taraf problem solving pada manusia lebih tinggi karena manusia sanggup memecahkan masalah dengan rasio (akal), disamping memiliki bahasa. Oleh karena itu manusia dapat memperluas pemecahan masalahnya di luar situasi konkret

2. Implementasi Metode Pemecahan Masalah
Dalam pengimplementasiannya, metode pemecahan masalah dapat disusun menjadi beberapa langkah yaitu:
a. Memahami masalah; Masalah yang dihadapi harus dirumuskan, dibatasi dengan teliti. Bila tidak, usahanya akan sia-sia.
b. Mengumpulkan data; Kalau masalah sudah jelas, dapat dikumpulkan data/informasi/keterangan-keterangan yang diperlukan.
c. Merumuskan hipotesis (jawaban sementara, yang mungkin memberi penyelesaian); dan keterangan keterangan yang diperoleh, mungkin timbul suatu kemungkinan yang memberi harapan yang akan membawa pada pemecahan masalah.
d. Menilai hipotesis; Dengan jalan berpikir dapat diperkirakan akibat-akibat suatu hipotesis. Kalau ternyata bahwa hipotesis ini tidak akan memberi basil baik, maka dimulai lagi dengan langkah kedua.
e. Mengadakan eksperimen/menguji hipotesis; Bila suatu hipotesis memberi harapan baik, maka diuji melalui eksperimen. Kalau berhasil, berarti masalah ini dipecahkan. Tetapi kalau tidak berhasil, harus kembali lagi dari langkah-langkah kedua atau ketiga.
f. Menyimpulkan; Laporan tentang keseluruhan prosedur pernecahan masalah yang diakhiri dengan kesimpulan. Kesanggupan memecahkan masalah harus diajarkan kepada para siswa, sebab pemecahan masalah secara ilmiah (scientific method) berguna bagi mereka untuk memecahkan masalah yang sulit.
3. Kelebihan dan Kelemahan Metode Pemecahan masalah
a. Kelebihan
1) Mengajak siswa berpikir secara rasional.
2) Siswa aktif.
3) Mengembangkan rasa tanggung jawab.
b. Kelemahan
1) Memakan waktu lama.
2) Kebulatan bahan kadang-kadang sukar dicapai.
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Dari hasil pembahasan maka penulis dapat menarik kesimpulan diantaranya bahwa didalam pelaksanaan pembelajaran terdapat banyak sekali metode pembelajaran yang dapat dipilih dan digunakan, seperti metode ceramah, tanya jawab, diskusi, simposium, debat, dan lain sebagainya. Namun faktanya, tidak semua metode dapat dilaksanakan, karena dalam pengimplementasinya atau dalam penerapannya pemilihan metode pembelajaran harus didasarkan atas beberapa hal, beberapa diantaranya adalah materi yang akan diajarkan, minat siswa, kondisi kelas dan lain sebagainya. Oleh sebab itu pemilihan metode yang tepat sangatlah penting karena dengan penerapan metode pembelajaran yang tepat akan memudahkan siswa dan guru untuk mencapai tujuan pembelajaran.
B. Saran
1. Penulis menyarankan agar dalam pengembangan kegiatan pembelajaran, guru senantiasa menggunakan berbagai metode yang bervariasi.
2. Penulis menyarankan agar dalam kegiatan belajar mengajar guru senantiasa memperhatikan keefektifan metode yang digunakan guna mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.




DAFTAR PUSTAKA
Djamarah,Syaiful Bahri.2006.Strategi Belajar Mengajar.Jakarta:PT Rineka Cipta
Sagala, H.Syaiful. 2006. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung : CV Alfabeta.
Sudjana, Nana dan Ibrahim.1989.Penelitian dan Penelitian Pendidikan. Bandung : Sinar Baru.
Sumantri,mulyani.1999.Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Depdikbud
Udin S. Winataputra. 2003. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.
Usman, Uzer, 2000.Menjadi Guru Profesional. Bandung : Remaja Rosda karya.
http://shintaisya.blogspot.com/2009/06/jenis-jenis-metode-pembelajaran.html
http://www.vantony.co.cc/2010/05/jenis-jenis-metode-pembelajaran.html
http://mazjun.student.fkip.uns.ac.id/2009/10/16/macam-macam-metode-pembelajaran/
http://martiningsih.blogspot.com/2007/12/macam-macam-metode-pembelajaran.html
________, ktsp.diknas.go.id/download/ktsp_sma/14.ppt

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer

Selamat Datang

^^ Ayo berkunjung
Loading...
Loading...